Baca Berita

Satpol PP Tertibkan Reklame dan Pedagang Liar

Oleh : dauhpurikangin | 05 Agustus 2014 | Dibaca : 1590 Pengunjung

Untuk meningkatkan kebersihan di kawasan Kota Denpasar Satpol PP Kota Denpasar kembali melakukan tindakan tegas terhadap pemasangan reklame liar yang tertancap dipohon perindang dan fasilitas umum. Tindakan refresif ini dipimpin langsung Kasat Pol PP Kota Denpasar I.B Alit Wiradana bersama puluhan tim Satpol PP Denpasar, serta melibatkan Desa dan Kelurahan seluruh kecamatan Denpasar Rabu (6/8).

Dalam penertiban tersebut puluhan reklame liar yang tertancap dipohon, tembok, ditiang listrik dan lampu penerangan jalan langsung diturunkan. Puluhan reklame tersebut terdiri dari reklame salon, spa, butik, rumah makan, dan steak. “Kegiatan ini akan kami laksanakan secara berlanjutan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya kebersihan, ,” ungkapnya saat temui disela-sela penertiban.

Meskipun aksi ini telah dilaksanakan secara berlanjut namun kesadaran masyarakat tentang kebersihan masih kurang. Untuk itu akan terus melakukan patroli guna memantau beberapa tindakan pelanggaran yang dilakukan masyarakat, agar kejadian ini tidak terulang kembali. Bagi yang melanggar pihaknya akan memberikan sangsi kepada yang melanggarnya. Ini sesuai dengan Perda no 32.000 tentang kebersihan dan ketertiban umum.”Yang melanggar akan dikenakan sangsi 3 bulan penjara dan denda sebanyak Rp 5 juta,” ungkapnya.

Selain menyasar reklame liar, pihaknya juga menyasar para pedagang yang berjualan dibeberapa taman dan diatas trotoar yang sangat menggangu pejalan kaki serta juga dapat merusak taman itu sendiri. Pihaknya juga memberikan peringatan kepada para pedagang dan masyarakat untuk tidak berjualan diatas trotoar dan taman, serta tetap membuang sampah pada tempatnya. I.B Alit Wiradana dalam kesempatan tersebut juga melakukan aksi bersih-bersih guna mengajak masyarakat untuk selalu menjaga kebersihan lingkungan.

Tempat yang terpisah Camat Denpasar Barat juga melakukan penertibkan pada seluruh pedagang kelontong yang berjualan di Jl. Sulawesi. Kegiatan tersebut dipimpin oleh Camat Denpasar Barat,  IB Joni Ariwibawa bersama Kades Dauh Puri Kangin, IB Carma dibantu belasan anggota Sapol PP Kota Denpasar. 

Menurutnya, pemilik toko yang berjualan kelontong agar tidak menaruh barang sembarangan di depan toko. Karena, kain yang dipajang di depan toko tersebut menghalangi wisatawan maupun masyarakat yang hendak berbelanja ke Pasar Badung maupun ke toko yang ada di sekitar Jl. Sulawesi. Di samping itu, pemandangan semwarut dan kumuh karena barang dagangan digeletakna sembarang tempat di tempatnya berjualan. “Kami bersama Kades Dauh Puri Kangin, kaling Br. Titih Kaja, Tengah dan Kelod dibantu anggota Satpol PP sudah memberi peringatan supaya membersihkan di depan tokonya, karena kain-kain yang dipajang dan dijual tersebut menghalangi pengunjung,’’ kata Joni Ariwibawa.

Untuk itu pihaknya meminta seluruh pemilik toko maupun pedagang yang ada sekitar Pasar Badung ikut bersama-sama menjaga kebersihan dan menyiapkan tong sampah agar tidak membuang sampah sembarangan. Karena, masih banyak pedagang dan pemilik toko kurang sadar akan kebersihan sehingga banyak sampah plastik berserakan di jalan maupun di depan toko. “Kami sudah ingatkan seluruh pemilik toko jangan lagi menaruh barang dagangan di depan toko. Kalau masih ada yang membandel barang barang dagangan akan disita untuk dijadikan barang bukti pelanggaran,’’ jelas Joni Ariwibawa.

Selain membersihkan kain yang dipajang di depan toko, pihaknya juga menurunkan spanduk dan kain yang dipakai sebagai penghalang sinar matahari yang bergelantungan membuat estetika sepanjang Jl. Sulawesi dan sekitarnya kumuh dan kotor. Mengingat jalan tersebut merupakan jalan keluar menuju Jl. Hasanudin ramapi dilewat pengunjung, baik wisatawan mancanegara maupun wisatawan domestik yang hendak berbelanja ke Pasar Badung maupun toko-toko yang ada di sekitar Pasar Badung maupun Jl. Gajah Mada. “Sidak ini akan dilakukan sewaktu-waktu bersama aparat desa dan Satpol PP,’’ ungkapnya. Ayu


Oleh : dauhpurikangin | 05 Agustus 2014 | Dibaca : 1590 Pengunjung


Berita Lainnya :

Lihat Arsip Berita Lainnya :

 



Video
No Video.
Facebook
Twitter